ANALISIS
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
SEBAGAI TEMPAT KULIAH (PADA MAHASISWA DI STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Saat ini
dunia berada dalam kondisi yang serba maju dan bebas. Kemajuan teknologi yang
tidak terbatas terjadi setiap hari, menit, bahkan detik,
perkembangan–perkembangan teknologi terjadi di setiap belahan dunia.
Kedinamisan pergerakan kemajuan tersebut sudah merupakan tuntutan yang secara
otomatis harus dipenuhi untuk memberi kemudahan bagi setiap orang. Masyarakat
semakin haus akan perubahan yang lebih maju untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kebebasan berinteraksi di luar batas negara sudah menjadi prasyarat
pengembangan diri, baik dalam pengertian individu maupun kelompok atau
organisasi. Hal tersebut mengindikasikan persaingan yang semakin ketat. Untuk
dapat berperan dan bersaing dalam kondisi dunia yang semakin maju dan bebas,
pendidikan menjadi syarat mutlak. Pendidikan menjadi sarana untuk mengembangkan
pengetahuan dan kemampuan melalui pengajaran yang diberikan.
Pada
dasarnya Faktor–faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu
administrasi Negara sebagai tempat kuliah diantaranya: faktor budaya, faktor
sosial, faktor pribadi serta faktor psikologis. Hal yang paling dominan dalam
hal tersebut adalah faktor keluarga, individual, pekerjaan, situasi
ekonomi, motivasi, persepsi, keyakinan dan sikap serta minat.
Serta Pendidikan
nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan
nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sesuai dengan
Undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 20 tentang
mengenai perguruan tinggi.
Berdasarkan uraian di atas, penulis meneliti tentang faktor–faktor yang
mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat
kuliah dan diharapkan melalui penelitian tersebut, dapat diketahui kebutuhan
dan keinginan mahasiswa akan Perguruan Tinggi Khususnya jurusan ilmu
administrasi negara.
B.
Rumusan Masalah
1.
Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu
administrasi negara sebagai tempat kuliah?
2. Strategi kebijakan apa
yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah
penerimaan mahasiswa baru dalam 3 tahun
terakhir?
C.
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa
memilih jurusan ilmu administrasi negara
sebagai tempat kuliah.
2. Untuk
mengetahui
apa saja Strategi kebijakan yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam
rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru dalam 3 tahun terakhir.
D.
Manfaat Penelitian
1. Secara
akademis, hasil penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai
kebulatan studi stara satu (S1) pada jurusan Ilmu administrasi Negara pada STIA
PRIMA BONE TAHUN 2012/2013.
2.
Perguruan Tinggi, sebagai masukan dan
bahan pertimbangan bagi Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kualitasnya
sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan
mahasiswa khususnya jurusan ilmu administrasi negara.
3.
Peneliti, membandingkan teori–teori yang telah didapatkan selama perkuliahan
melalui penelitian yang dilakukan, serta mengembangkan kemampuan berpikir
analisis dan kritis terhadap masalah yang ada.
4. Calon
Mahasiswa, memberikan gambaran kepada calon mahasiswa sebelum memutuskan untuk
memilih salah satu jurusan sebagai tempat mengikuti perkuliahan atau untuk
menuntut ilmu.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.
Sejarah Asal Usul Administrasi
Dalam
sejarah bahwa bangsa romawi telah melahirkan ilmu administrasi yang di
budayakan oleh bangsa Eropa Barat (Eropa Kontinenntal). Administrasi yang
diterapkan di indonesia adalah hasil adopsi bangsa belanda yang menjadi salah
satu bangsa Eropa Barat. Beberapa negara memiliki istilah administrasi,
misalnya menurut bahasa Italia menggunakan kata “administrazione”, bahasa
Prancis “administration” bahasa Belanda “administratie” dan bahasa Inggris
“management”.
Dari segi
etimologis, administrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu administrare yang
berarti melayani, membantu. Sedangkan dalam bahasa Inggris, menggunakan istilah
administration yang sebenarnya dari kata Ad (intesif) dan ministrare (to serve)
yang berarti melayani. Akhirnya diartikan melayani dengan baik. Administrasi
sendiri dapat di lihat dari 2 sudut pandang, yakni:
1.
Administrasi dalam arti sempit
Secara sempit, administrasi
berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang diartikan sebagai
pekerjaan tulis menulis atau ketatausahaan/kesekretarisan. Pekerjaan ini berkaitan
dengan kegiatan menerima, mencatat, menghimpun, mengolah, menggandakan,
mengirim, menyimpan, dan sebagainya.
2.
Administrasi dalam arti luas
Secara luas,
administrasi merupakan proses kerjasama beberapa individu dengan cara yang
efisien dalam mencapai tujuan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut,
administrasi dipandang dari 3 sudut pengertian yakni:
a. Sudut proses
Administrasi merupakan
proses kegiatan pemikiran, penentuan tujuan, sampai pelaksanaan kerja hingga
akhirnya tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.
b. Sudut fungsi
Administrasi merupakan
kegiatan yang dilakukan sekelompok individu maupun individu itu sendiri, sesuai
dengan fungsi yang telah dilimpahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan
sebelumnya, misalnya: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,
pengawasan, dan sebagainya.
c. Sudut institusional
Administrasi merupakan
personil-personil baik individu maupun sekelompok individu yang menjalankan
kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.(Dewi, 2011: 2-5).
Dengan demikian jurusan administrasi
negara fisip UMM sudah memilki progam studi yang akan mencetak individu untuk
memilki skil/kemampuan pada bidang administrasi sesuai dengan penjelasan teori
tentang makna administrasi.
B.
Sejarah Perkembangan Administrasi Negara Di Indonesia
Administrasi
negara sebenarnya sudah ada semejak dahulu kala, seperti yang disinggung di
muka dalam catatan sejarah peradaban manusia, di asia Selatan termasuk di
Indonesia, Cina, dan di Mesir kuno, dahulu sudah didapatkan suatu sistem penataan pemerintahan. Sistem
penataan tersebut pada saat sekarang ini dikenal dengan sebutan administrasi
negara (Dewi, 2011).
Administrasi
negara modern yang dikenal sekarang ini merupakan produk dari suatu masyarakat
feodal, bangsawan, dan kaum ningrat kerajaan berusaha untuk mengokohkan sistem
pemerintahnya. Dengan semakin tumbuhnya perkembangan masyarakat, sentralisasi
kekuasaan dan pertanggungjawaban dalam pemerintahan monarki menimbulkan suatu
kebutuhan untuk mendapatkan administrator yang cakap, penuh dedikasi, stabil,
dan integritas. Administrator ini pada giliranya nanti akan menjadi tenaga
spesialis pada masing-masing bidang dan jabatan yang beraneka dalam tataran
pemerintahan nasional. Kebutuhan akan suatu sistem mulai dirasakan, yakni suatu
sistem untuk menata sentralisasi kekuasaan dan pertanggungjawaban pemerintahan
(Thoha, 2005: 18).
Menurut Dewi (2011), menyatakan bahwa asal usul administrasi
perjalanan dalam tumbuh kembangnya di indonesia:
1. Tahun 1954: Edward H. Lithfield dan Allan C. Ramkin (Amerika
Serikat) meneliti konsep administrasi kepegawaian di indonesia dengan
mengadakan kegiatan pelatihan (training Administration on Indonesian).
2. Tahun 1957: akhirnya pemerintah memberikan momentum pendirian
lembaga Administrasi Negara ( LAN) di jakarta.
3. Tahun 1959: Lyton K. Caldwell dan Howard Ltimn (Amerika
Serikat) datang ke Indonesia memberikan motivasi pemerintah untuk mengembangkan
ilmu administrasi dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
4. Sejalan dengan proses pengembangan LAN indonesia mengizinkan
berdirinya fakultas-fakultas ilmu administrasi di perguruan tinggi negeri dan
swasta. Pokok bahasan yang di kaji dalam fakultas ilmu administrasi, membahas
tentang :
a. Filsafat administrasi
Membahas hakikat administrasi
melalui pandangan dasar, prinsip-prinsip, dan norma-norma dalam kedudukannya di
lingkungan masyarakat, hubungannya dengan unsur pendukung administrasi, secara
sistematis dan lebih mendalam.
b. Teori administrasi
Membahas secara ilmiah
bagaimana administrasi mempengaruhi kehidupan sehari-hari di lingkungan
masyarakat tanpa memberikan komentar atau pandapat. Fungsi dari teori
administrasi adalah:
1)
Pentujuk untuk mengambil keputusan/tindakan.
2)
Pentujuk menghimpun data/keterangan yang diperlukan
3)
Pentujuk memperoleh pengetahuan yang baru
4)
Alat menjelaskan karakteristik administrasi.
c.
Praktik
administrasi
Membahas administrasi
sebagai seni dalam penerapan sehari-hari dengan berbagai teknik/metode.
d.
Teknologi
administrasi
membahas penerapan
administrasi yang memanfaatkan penggunaan mesin sebagai teknologi modern
seperti komputer, PDA, telepon, faximile, dan lain-lain.
Administrasi
Negara (public administration) adalah suatu “Species” dalam lingkungan “genus”
administrasi (administration) yang bermakna sebagai kegiatan manusia yang
koperatif. walaupun demikian dewasa ini di rasa masih terdapat kesulitan untuk
menjelaskan dengan kata-kata yang singkat tentang apa yang dimaksud dengan
administrasi, khususnya administrasi negara. Oleh karena itu setiap usaha
menyusun definisi yang ringkas selalu gagal karna administrasi negara memang
memiliki aneka wajah. Dari cara pendekatanya (Pamudji, tanpa tahun : 19)
Dengan ini
administrasi di Indonesia sudah mulai berkembang, baik dalam pembelajaran yang
menyakut filsafat, teori, praktik, dan teknologi seperti di perguruan tinggi
yang ada di Fisip UMM, dengan kata lain pemerintah sudah memiliki tenaga
spesialis pada masing-masing bidang dan jabatan yang beraneka ragam dalam
tataran pemerintahan nasional untuk masalah-masalah menyangkut administrasi.
C.
Faktor –faktor Yang
Mempengaruhi Perilaku Konsumen
1.
Faktor – faktor budaya
Faktor–faktor
budaya memberikan pengaruh paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen.
a. Budaya (culture)
Budaya adalah
penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya
merupakan susunan nilai – nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang
dipelajari anggota suatu masyarakat dari keluarga dan institusi penting
lainnya. Menemukan produk baru yang diinginkan konsumen dapat dilakukan dengan
berusaha selalu mencoba menemukan pergeseran budaya.
b. Sub kebudayaan
Sikap kebudayaan
mengandung sub kebudayaan (subculture) yang lebih kecil, atau kelompok
orang – orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan
situasi kehidupan yang sama. Subkebudayaan meliputi kewarganegaraan, agama,
kelompok, ras, dan derah geografis. Banyak sub kebudayaan yang membentuk segmen
pasar penting, dan orang pemasaran seringkali merancang produk dan program
pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
c. Kelas sosial (social
culture)
Hampir setiap
masyarakat memilki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas–kelas sosial (social
classes) adalah bagian–bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun
rapi yang anggota–anggotanya mempunyai nilai–nilai, kepentingan, dan perilaku
yang sama. Kelas sosial tidak ditentukan oleh satu faktor saja, misalnya
pendapatan, tetapi ditentukan sebagai suatu kombinasi pekerjaan, pendapatan,
pendidikan, kesejahteraan, dan variabel lainnya. Dalam beberapa sistem sosial,
anggota–anggota dan kelas–kelas yang berbeda menggunakan aturan– aturan
tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial masyarakat. Orang–orang dalam
kelas sosial cenderung menunjukkan perilaku membeli yang serupa.
Dari hal-hal yang di atas dapat di
definisikan bahwa faktor budaya sering terjadi di karnakan oleh individual dan
sikap nilai-nilai dasar kehidupan, maka sering kali prilaku seseorang cendrung
pada keinginan, satu kelompok, dan status tinggi. Ini lah yang menjiwai
seseorang dalam memilih jurusan administrasi negara.
2.
Faktor–faktor Sosial
a. Kelompok acuan
Perilaku seseorang
dipengaruhi oleh banyak kelompok (group) kecil. Kelompok secara langsung
mempengaruhi dan dimilki seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership
groups). Beberapa di antaranya adalah kelompok primer yang memiliki
interaksi reguler tetapi informal – seperti keluarga, teman – teman, tetangga,
dan rekan sekerja. Beberapa di antaranya adalah kelompok sekunder, yang lebih
formal dan memiliki lebih sedikit interaksi reguler. Kelompok sekunder ini
mencakup organisasi – organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional,
dan serikat buruh.
Kelompok acuan (reference
group) berfungsi sebagai titik banding / referensi langsung (tatap muka)
atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok
acuan mengarahkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru, mempengaruhi sikap dan
konsep diri orang tersebut, dan memberikan dorongan untuk menyesuaikan diri
sehingga akan mempengaruhi pilihan produk dan merek orang itu.
b. Keluarga
Anggota keluarga
dapat sangat mempengaruhi perilaku pembeli. Keluarga adalah organisasi
pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.
c. Peran dan status
Posisi seseorang
dalam setiap kelompok dapat ditetapkan baik lewat perannya maupun statusnya
dalam organisasinya. Peran (role) seseorang meliputi kegiatan–kegiatan
yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang–orang yang ada di sekitar
individu tersebut.
Setiap peran
membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.
Seseorang seringkali memilih produk yang menunjukkan status individu tersebut
dalam masyarakat.
d.
Individual
Sebagian pakar menganggap bahwa
setiap perilaku kelompok, termasuk yang tergolong kekerasan seperti kasus
kerusuhan Heydel yang dikemukakan dalam awal bab ini selalu berawal dari
perilaku individual.perilaku kekerasan yang dapat dilakukan oleh individu
menurut kelompok pakar ini adalah agresivitas yang dilakukan oleh individu
secara sendirian, baik secara spontan (tidak sengaja) maupun direncanakan, dan
perilaku kekerasan yang dilakukan bersama orang lain.
Jika kita amati urutan peristiwa
Heydel di atas, sangat boleh jadi kasus ini berawal dari faktor perilaku
individual, seperti minum minuman keras, menusuk suporter pihak lawan, melawan
polisi, dan mengejek suporter lawan serta saling melempari suporter lawan (oleh
sekelompok kecil orang). (Sarwono, 2005: 208).
Dalam faktor sosial sering kali mengacu
pada pilihan yang berkaitan dengan orang lain jarang sekali memilih keputusan
yang mendasari keinginan diri sendiri karna hanya melihat apa yang orang katakan
dan hanya faktor individual saja yang memilih berdasarkan atas diri sendiri
tanpa ada paksaan dari orang lain. Itu lah dasar seseorang memilih jurusan
administrasi negara karna faktor sosial.
3.
Faktor–faktor pribadi
a. Umur dan tahap
siklus hidup
Seseorang mengubah
barang dan jasa yang dibeli selama hidup orang tersebut. Selera terhadap makanan, pakaian,
meubel, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan usia. Pembelian juga
dibentuk oleh tahap siklus hidup keluarga tahap–tahap yang mungkin dilalui
keluarga sesuai dengan kedewasaan anggotanya.
b. Pekerjaan
Pekerjaan
seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Orang pemasaran mencoba
mengidentifikasi kelompok–kelompok pekerja yang memiliki minat yang rata–rata
lebih tinggi pada barang dan jasa yang dihasilkan. Bahkan dapat berspesialisasi
menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan satu kelompok pekerjaan tertentu.
c. Situasi ekonomi
Situasi ekonomi
seseorang akan mempengaruhi pilihan produknya. Pemasar mengamati tren
pendapatan, tabungan pribadi, dan tingkat bunga. Jika indikator–indikator
ekonomi menunjukkan datangnya resesi, orang pemasaran dapat mengambil
langkah–langkah untuk merancang ulang, mereposisi, dan menetapkan kembali harga
produk dengan cepat.
d. Gaya hidup
Orang–orang yang
berasal dari dari sub kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan dapat memiliki gaya hidup yang cukup
berbeda. Gaya
hidup (lifestyle) adalah pola kehidupan seseorang. Pemahaman kekuatan –
kekuatan ini dengan mengukur dimensi–dimensi AIO utama kosnumen – activities
(pekerjaan, hobi, belanja, olahraga, kegiatan sosial), interest (makanan,
mode, keluarga, rekreasi), dan opinions (mengenai diri suatu individu,
masalah–masalah sosial, bisnis, produk). Gaya
hidup mencakup sesuatu yang lebih dari sekedar kelas sosial ataupun kepribadian
seseorang. Gaya
hidup menampilkan pola perilaku seseorang dan interaksinya di dunia.
e. Kepribadian dan
konsep diri
Kepribadian tiap
orang yang bebeda mempengaruhi perilaku membelinya. Kepribadian (personality)
adalah karakteristik psikologis yang unik, yang mengahsilkan tanggapan yang
relatif konsisten dan menetap (lasting) terhadap lingkungan seseorang. Kepribadian
biasanya diuraikan berdasarkan sifat–sifat seseorang seperti kepercayaan diri,
dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan
beradaptasi, dan agresivitas. Kepribadian dapat berguna untuk menganalisis
perilaku konsumen atas suatu produk maupun pilihan merek.
4.
Faktor – Faktor Psikologis
a. Motivasi
Seseorang
mempunyai kebutuhan pada suatu saat. Ada
kebutuhan biologis, yang muncul dari keadaan yang memaksa seprti rasa lapar,
haus, atau merasa tidak nyaman. Kebutuhan lainnya bersifat psikologis, muncul
dari kebutuhan untuk diakui, dihargai, ataupun rasa memiliki. Kebanyakan
kebutuhan ini tidak akan cukup kuat untuk memotivasi orang tersebut untuk
bertindak pada suatu waktu tertentu. Suatu kebutuhan akan menjadi motif apabila
dirangsang sampai suatu tingkat intensitas yang mencukupi. Sebuah motif atau
dorongan adalah kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk mengarahkan
seseorang untuk mencari kepuasan.
Adapun pengertian Yang lain
tentang motivasi Adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam
diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna
mencapai suatu tujuan (kebutuhan) (Djaali, 2009 : 101).
b. Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk
bertindak. Bagaimana cara seseorang bertindak dipengaruhi oleh persepsinya
mengenai situasi tertentu. Dua orang dengan motivasi yang sama dan dalam
situasi yang sama mungkin mengambil tindakan yang jauh berbeda karena dua orang
tersebut memandang situasi secara berdeda. Adanya perbedaan pandangan dari
orang–orang untuk suatu situasi yang sama, dikarenakan semua orang belajar
melalui arus informasi yang melewati lima
alat indera : pelihat, pendengar, pencium, peraba, dan pengecap. Namun,
masing–masing individu menerima, mengatur, dan menginterpretasikan informasi
sensor syaraf ini dengan cara sendiri–sendiri.
Persepsi (perception)
adalah proses di mana seseorang memilih, mengatur, dan mengintepretasikan
informasi untuk membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
c. Pembelajaran
Ketika seseorang
melakukan tindakan, orang tersebut belajar. Pembelajaran (learning)
menggambaran perubahan perilaku individu yang muncul karena pengalaman. Hampir
semua perilaku manusia berasal dari belajar. Proses belajar berlangsung melalui
drive (dorongan), stimuli (rangsangan), clues (petunjuk), responses
(tanggapan), dan reinforcement (penguatan), yang saling
mempengaruhi.
d. Keyakinan dan
sikap
Dengan melakukan
dan lewat pembelajaran, orang – orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Pada
gilirannya, kedua hal ini mempengaruhi perilaku membeli orang - orang. Suatu
keyakinan (belief) adalah pemikiran deskriptif seseorang mengenai
sesuatu. Orang pemasaran tertarik pada keyakinan yang dirumuskan seseorang
mengenai barang dan jasa tertentu, karena keyakinan ini menyusun citra produk
yang mempengaruhi perilaku membeli.
Orang–orang memiliki
sikap terhadap agama, politik, pakaian, musik, makanan dan hampir setiap hal
lainnya. Sikap (attitude) menggambarkan penilaian, perasaan, dan
kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang atas sebuah obyek atau
gagasan. Sikap menempatkan seseorang dalam suatu kerangka pemikiran mengenai
suka atau tidak sukanya akan sesuatu, mendekati atau menjauhi sesuatu.
Sikap sulit
diubah. Sikap seseorang mengikuti suatu pola, dan untuk mengubah satu sikap
saja mungkin memerlukan penyesuaian yang akan menyulitkan dengan sikap lainnya (Philip Kotler dan
Gary Armstrong, Principle Marketing, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga 2004 : 196. (dalam kutipan www.
makalahtugaspaper.blogspot.com).
e.
Minat
Minat adalah rasa lebih
suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitasi tanpa ada yang
menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut,
semakin besar minatnya (Djaali, 2009 : 121).
D.
Proses pembuatan Keputusan
Proses
pembuatan Keputusan bukan merupakan tindakan tunggal yang terisolasi, melainkan
merupakan tahapan berbentuk anyaman yang tidak dapat di pisahkan satu dengan
yang lainnya. John Dewey (1910) mengajukan pandangan bahwa proses pemecahan
masalah merupakan upaya menjawab pertayaan dalam tiga fase berikut: (1). Masalah yang di hadapi, (2). Alternatif-alternatif yang dimiliki,
(3). Alternatif
yang terbaik.
Herbert A.
Simon (2006), menawarkan model pemecahan
masalah sebagai berikut:
1.
Intelijen : pencarian informasi lingkungan internal dan eksternal;
2.
Desain : penentuan dan analisis langkah-langkah;
3.
Pilihan : memilih salah satu langkah untuk diimplementasikan, dengan
pertimbanagan langkah tersebut paling efektif dalam mencapai tujuan pembuat
keputusan.
Eilon (2006), menggambarkan proses pembuatan keputusan dalam delapan
langkah berikut :
1.
Masukan informasi
2.
Analisis informasi yang tersedia;
3.
Penentuan ukuran kinerja dan biaya;
4.
Penciptaan model yang mewakili situasi keputusan;
5.
Perumusan pilihan (strategi) yang tersedia bagi pembuat keputusan;
6.
Perkiraan hasil dari setiap pilihan;
7.
Penentuan kriteria dalam memilih pilihan uang tersedia;
8.
Penetapan keputusan bagi situasi keputusan yang di hadapi.
Model yang
ditawarkan baik oleh Simon maupun Eilon memberikan kerangka kerja dalam proses
pembuatan keputusan, langkah-langkah tersebut perlu dipahami sebelum melakukan
pembuatan keputusan. Langkah ini dapat dilakukan dengan urutan yang berbeda dan
seringkali tidak selesai dalam satu siklus, melainkan merupakan interaksi yang
dilakukan hingga tercapai tujuan yang diinginkan pembuatan keputusan.
E.
Prosedur Peningkatan Mutu
kegiatan
peningkatan mutu dalam suatu siklus dimulai dengan pembentukan tim peningkatan
mutu oleh satuan pendidikan atau dapat juga menugaskan salah satu komponen
dalam struktur organisasi penjaminan mutu yang ada. Tim ini bertugas menyusun
rekomendasi peningkatan mutu yang di ajukan kepada pengelola satuan pendidikan.
Rekomendasi peningkatan mutu disusun berdasarkan hasil laporan monitoring dan
evaluasi, evaluasi diri, dan audit mutu baik internal maupun eksternal serta
memperhatikan masukan dari seluruh stakeholders. Rekomendasi ini berupa usulan
tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh pengelola satuan pendidikan mencapai
standar mutu yang telah ditetapkan atau usulan standar mutu baru (hasil
bechmarking) yang lebih tinggi dari pada standar yang telah dicapai. Tim
peningkatan mutu ini juga melakukan proses bencmarking.
F.
Sasaran Program Studi Administrasi Negara
Sasaran
progam studi Administrasi Negara Fisipol STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 adalah
dalam upaya menghasilkan sarjana yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan
praktis dalam konsentrasi administrasi pembangunan dan kebijakan publik,
sehingga menjadi aktor yang handal baik secara individual maupun secara
institusional di era global.
Untuk
menterjemahkan 4 (empat) butir misi progam studi ilmu administrasi negara ke
dalam progam pengembangan yang implementatif, maka ditetapkan sasaran utama
pengembangan progam studi ilmu administrasi negara secara menyeluruh. Dengan
demikian sasaran studi ilmu administrasi negara adalah:
1.
Lama studi mahasiswa progam studi ilmu administrasi negara adalah 3,5- 4 tahun
dengan indeks prestasi kumulatif minimal 3,00 yang dibekali dengan pengetahuan,
sikap, ilmiah, religius, mandiri dengan kemampuan manejerial di bidang
kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
2.
Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian yang unggul pada bidang
kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
3.
Mempererat kemitraan kolaboratif dengan lembaga dan stakeholder pada bidang
kajian kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
BAB III
METODE
PENELITIAN
A.
Metode penelitian
Jenis
penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dengan kata-kata
menurut pendapat responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitian,
menganalisis dengan kata-kata apa yang melatarbelakangi respoden berprilaku
(Husaini Usman, 2009:130).
Sedangkan
pendapat lain mengatakan penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian
yang berusaha menggambarkan obyek penelitian secara jelas dan cermat, berusaha
menuturkan permasalahan dan memecahkan masalah secara sistematis (Narbuka dan
Ahmadi, 2008:44).
Jadi dapat
disimpulkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang
berusaha melukiskan keadaan obyek, suatu kondisi atau lingkungan tertentu untuk
menggambarkan, melukiskan dan menganalisis secara umum permasalahan serta
fenomena yang terjadi secara sistematis.
Dengan kata lain penelitian ini hanya
menggambarkan fenomena penelitian apa adanya dari sumber data berupa tulisan,
perilaku atau lisan tanpa adanya suatu uji hubungan antara variable. Penelitian
ini bermaksud untuk menganalisa data tentang faktor yang mempengaruhi mahasiswa
memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah di Universitas
Muhammadiyah Matram tahun 2010/2011”.
B.
Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian dilakukan pada
Fisipol STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013. Pengambilan lokasi tersebut merujuk
pada tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis faktor–faktor yang
mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara, maka obyek
penelitian ditentukan berdasarkan tempat peneliti kuliah. Selain itu, mengingat
di fisipol STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 merupakan salah satu perguruan
tinggi swasta yang menyiapkan jurusan ilmu administrasi negara dibandingkan
dengan perguruan tinggi negeri yang ada di kota Mataram sehingga menjadi alternatif
pilihan calon mahasiswa dalam memilih jurusan sebagai tempat kuliah.
C.
Teknik Penentuan Subyek Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan (Sugiyono, 1999:57). Adapun
yang menjadi populasi di bawah ini adalah :
a. Dekan Fakultas
b. Seketaris Dekan
c. Kaprodi Administrasi Negara
d. Dosen Senior
e. Mahasiswa Administrasi Negara Angkatan Tahun
2010/2011 dan 2011/2012.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi, sedangkan teknik pengambilan sampel
disebut dengan sampling (Sugiono, 1997 : 56). Pendapat lain mengatakan bahwa
sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Arikunto,
1993:104). Berdasarkan pendapat di atas dan mengingat keterbatasan waktu,biaya
dan tenaga, maka metode penentuan subjek penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode sampel. Oleh karena itu yang menjadi sampel
sekaligus populasi dalam penelitian ini adalah Dekan Fakultas, Seketaris Dekan, Kaprodi Administrasi
Negara, Dosen Senior, dan Mahasiswa Angkatan Tahun 2010/2011 dan 2011/2012
dengan total jumlahnya yaitu 24 orang.
D.
Teknik Pengumpulan Data
Riset
atau penelitian merupakan aktivitas ilmiah yang sistematis, terarah dan
bertujuan, sehingga data atau informasi yang dikumpulkan harus relevan dengan
persoalan yang akan diteliti. Berdasar pada metode pengumpulan data yang telah
dikemukakan, diperlukan cara teknis dan operasional di lapangan untuk
melaksanakan metode studi kasus dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.
Observasi
Teknik pengumpulan data dengan
observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan prilaku manusia, proses
kerja, gejala-gejala alam, dan bila respoden yang diamati terlalu besar.
2.
Wawancara
Wawancara
merupakan proses interaksi dan komunikasi. Melalui wawancara dapat memperoleh
informasi dengan cara bertanya baik langsung atau tidak langsung kepada
responden yaitu mahasiswa jurusan ilmu administrasi negara Fisipol STIA PRIMA
BONE TAHUN 2012/2013 angkatan tahun 2010/ 2011 dan mahasiswa angkatan tahun 2011/2012, Dosen
Senior, Ketua Prodi, Seketariatan Dekan,
Dekan Fakultas.
3.
Dokumenter dapat berupa tulisan-tulisan atau keterangan-keterangan,
catatan-catatan, lembaran-lembaran dan lain-lain. Seorang ahli mengatakan
pencatatan dokumenter adalah metode dimana sumber-sumber yang kebanyakan
dipakai dalam menyelidiki adalah jenis dokumenter (Winarno Surachmat,
2006:123).
Berdasarkan
pendapat tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pencatatan dokumenter
adalah suatu cara penggunaan metode dokumenter untuk mengumpulkan data tentang strategi kebijakan fakultas dan jurusan dalam
penerimaan mahasiswa baru dan analisis faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih
jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah DI STIA PRIMA BONE TAHUN
2012/2013.
E.
Jenis Data dan Sumber Data
1.
Jenis Data
Sebagaiman tujuan penelitian ini adalah
unuk mengetahui apa faktor–faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan
ilmu administrasi negara sebagai tempat kuliah tahun 2010/2011”. Menurut
seorang ahli, bahwa jenis data dinagi menjadi 2 macam antara lain :
a. Jenis data kualitatif yaitu jenis data yang di
gambarkan dengan kata-kata atau kalimat dan dipisah-pisahkan menurut ategori
untuk memperoleh kesimpulan.
b. Jenis
data kuantitatif yaitu jenis data eksprimen yang berjenis interval. Data
kuantitatif dapat dibagi dua yaitu data dari variabel deskrit disebut data
diskrit, berupa frekuensi, dan data dari variabel kuantum disebut data kuantum
berupa ordinal interval, ratio.(Suharsini Arikunto, 2004:89).
Dari pendapat tersebut maka jenis data
yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah jenis data-data kuanlitatif
dengan mengunakan variabel yang berjenis interval yaitu faktor–faktor yang
mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan ilmu administrasi negara sebagai tempat
kuliah DI STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013”.
2.
Sumber Data
Seluruh
informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapat melalui dua cara yaitu
a.
Data primer adalah data yang dihimpun secara langsung dari sumbernya dan diolah
sendiri oleh lembaga bersangkutan untuk di mmanfaatkan. Data primer dapat
berbentuk opini subjek secara individual atau kelompok, dan hasil observasi
terhadap karakteristik benda (fisik ), kejadian, kegiatan dan hasil suatu
pengujian tertentu
b.
Data
sekunder adalah sumber data yang dikutip dari sumber lain dalam bentuk dokumen
seperti literatur, brosurs, dan karangan para ahli yang dianggap mempunyai
hubungan dengan masalah yang diteliti serta diperoleh dari hasil proses belajar
mengajar.
(Rosady Ruslan,
2010: 138).
Dalam penelitian data primer diperoleh
dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi data
dosen dan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik.
F.
Analisis Data
Metode analisis data merupakan langkah
terpenting dalam penelitian. Dalam hal analisis data kualitatif. Bagian
menyatakan, bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipaham dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan
data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam
pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain (Sugiyono, 2010: 334).
Dalam penggunaan metode analisis ini
dilakukan dengan tahap sebagai berikut:
1.
Identifikasi
Identifikasi merupakan penentu atau penetapan identitas.
Identifikasi yang dimaksud disini adalah identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
Mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah. Identifikasi tersebut juga dilakukan
untuk mengetahui strategi kebijakan yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas
dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru.
2.
Klasifikasi
Klasifikasi berarti
penyusunan bersistem di kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang
ditetapkan (KBBI, 1993: 445). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
klasifikasi merupakan kegiatan menempatkan fakta sesuai dengan hubungan logis.
Sehingga penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah dapat dapat ditempatkan hubungan antara fakta
yang ada dengan penjelasan yang dilakukan oleh peneliti.
3. Interpretasi
Tahap interpretasi atau penafsiran merupakan penjelasan atau penerangan
yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian. Sehingga penafsiran
yang dilakukan dapat memberikan penjelasan secara nyata sesuai dengan fakta.
Dalam penelitian ini, tentu faktor yang dimaksud
yaitu berkaitan dangan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jurusan administrasi sebagai tempat kuliah serta strategi kebijakan yang diambil oleh
jurusan dan prodi tersebut.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1.
Gambaran Umum STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013
STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 (UM.
Mataram) berdiri pada tanggal 25 juli 1980 yang pengelolaanya dilakukan oleh
pimpinan wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat/Majelis pendidikan dan
pengajaran dan kebudayaan. Selanjutnya pembinaan dilakukan oleh yayasan
perguruan tinggi Muhammadiyah sesuai dengan Akta Notaris Nomor 355 tanggal 21
Oktober 1981 dan disesuaikan dengan Akta notaris Nomor 16 tanggal 8 Agustus
1986.
Pada awal berdiri pada tahun 1980 STIA
PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 memiliki tiga fakultas dan enam progam studi, yaitu
:
a.
FKIP : Pendidikan Moral Pancasila/Civic Hukum
Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia
b.
FISIPOL : Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Administrasi Niaga
Ilmu
Pemerintahan
c.
FATEK :
Teknik Sipil
Dengan status terdaftar sampai dengan
tingkat sarjana muda, pengembangan dan peningkatan jumlah fakultas dan progam
studi dilakukan oleh UM. STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 merupakan salah satu
Perguruan Tinggi Swasta milik persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di
mataram sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dan terletak di selatan
kota mataram yang berada di daerah pagesangan dan mempunyai luas wilayah 50.983
m2.
Sebagai salah satu amal usaha
Muhammadiyah UM. Mataram adalah perguruan tinggi berakidah islam yang bersumber
pada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang
melaksanakan serta ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Untuk itu STIA
PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 harus mampu menjadi sumber ilmu pengetahuan serta
pembentukan sumber daya manusia yang reponsif terhadap kebutuhan masyarakat
agar mendapatkan dukungan dan partisipatif aktif dari pemerintah dan masyarakat
dalam pemanfaatan pengetahuan, teknologi, dan seni.
2.
Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik STIA PRIMA
BONE TAHUN 2012/2013 (Fisip UM. Mataram) didirikan bersamaan dengan 3 Fakultas
lain di lingkungan UM. Mataram 1980, yang dikelola oleh Yayasan Perguruan
Tinggi Muhammadiyah Mataram, dengan Akte Notaris Abdurrahim, SH No. 335/1981
tanggal 24 Oktober 1981, kemudian diperbarui dengan Akte Notaris Abdurrahim, SH
No. 16/1986. Peresmian berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik STIA
PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 ditandai dengan perolehan status terdaftar dari
Dirjen Dikti Depdiknas No.0171/O/1982 tanggal 10 Mei 1982, bersamaan dengan itu
juga diangkat dekan pertama yaitu Drs. Arifin.
Pada awal berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik merupakan satu-satunya yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), terdiri
dari 2 jurusan meliputi jurusan administrasi dengan program studi ilmu
administrasi Negara dan ilmu administrasi niaga dan jurusan ilmu pemerintahan
dengan program studi ilmu pemerintahan, Fakultas tersebut yang hingga saat ini
menghasilkan ribuan aluminya yang telah tersebar pada berbagai dinas instansi
pemerintah maupun swata di NTB, dan antara mereka tidak sedikit yang telah
menjadi pejabat/pimpinan maupun selaku politisi.
Dalam perkembangan selanjutnya, Fakultas ini
memperoleh status diakui dari Dirjen Depdiknas dengan Nomor 0350/O/1991 tanggal
19 Juni 1991, kemudian memperoleh status terakreditasi dari Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 02130/AK-II.1/UM8IAN/XII/1998 untuk
program studi Ilmu Administrasi Negara, Nomor:02128/AkII.1/UM8ISN/XII/1998,
untuk Program Studi Ilmu Administrasi Niaga, dan Nomor:
02131/Ak-II.1/UM8IMA/XII/1998 untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan pada
Tanggal 22 Desember 1998. Pada awalnya hanya memiliki 3 program studi, kemudian
bertambah menjadi 5 program studi yaitu tambahan program D3 Ilmu Perpustakaan
pada tahun 2002 dan program D3 Administrasi Perbankan Syariah tahun 2003
Dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2005, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 telah terjadi
beberapa kali pergantian pimpinan fakultas. Dekan yang pertama Drs. Lalu
Abdurracham, Drs. H. Lalu Moh. Tasim, dan saat ini dijabat oleh Drs.
Abdurrahman, MM.
a.
Struktur Organisasi Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial
Struktur Organisasi merupakan gambaran
secara sistematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang mempunyai
tujuan sama bagi perusahaan agar dapat menjalankan usahanya dengan baik,
lancar, efisien, menguntungkan dan dapat memberi manfaat yang banyak bagi
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Ada pun
struktur Organisasi Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial
Tahun 2012
sebagai berikut :
1) Unsur
Pimpinan, yaitu Dekan
2) Unsur
Pembantu Seketaris Dekan
3) Unsur
pelaksana Ialah Kepala Progam Studi
Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial
Terdiri dari Dekan, Seketaris Dekan dan beberapa perangkat di Fakultas seperti
Kepala Progam Studi dan Kepala Tata Usaha sebanyak-banyaknya 4 (empat) serta
jabatan fungsional. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya perangkat Fakultas harus
bertanggung jawab untuk melayanin kebutuhan para mahasiswa dalam rangka
mencapai mutu yang sesuai prosedur dari STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013.Untuk
memperoleh gambaran Tentang Struktur Organisasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik Tahun 2012 Dapat di lihat Pada gambar Struktur di bawah ini :
Berdasarkan srtuktur organisasi fakultas ilmu
sosial dan ilmu politik tahun 2012 diatas dapat di simpulkan nama-nama yang ada
di struktur organisasi tersebut antara lain :
1. DEKAN : Drs. H.
Abdurrahman, MM
2. SEKETARIS DEKAN : Drs. M. Junaidi,
MM
3. SENAT :
a. ( ketua ) Drs. H. Abdurrahman, MM
b. ( Seketaris) Drs. M. Junaidi, MM
Anggota :
1)
Drs. Mustamin H. Idris.MS
2)
Drs. Mintasrihardi MH
3) Drs. Amil, MM
4) Mardiah, S.sos, M.si
5) Drs. Junaidi, AM.MP
6) Drs. H. Muhammad Ali, M.si
7) DR. Ir. Abdul Kahar AK.M.Sc.MM
8) Rahmat Yuliawan, SE
9) Amien Saleh, S.sos
10) Drs. Marwan, MM
4. KEPALA. PRODI PEMERINTAH : Drs. Iwan Tanjung, S.ip, M.pa
5. KEPALA PRODI NEGARA : Mardiah, S.sos, M.si
6. KEPALA PRODI NIAGA : Drs. Alfian Hidayat, S.ip, MA
7. KEPALA PRODI PERPUSTAKAAN : Drs. Lubis, S.sos
8. KEPALA TATA USAHA : Jaswadi
9. KEUANGAN :
Ariastati, S.sos
10. AKADEMI DAN SIMAK :
- Edi Junaidin
- Surahman Hidayat,
ST
11. ADMINISTRASI :
- Sri Wahyuni
- Erna
12. PERLENGKAPAN :
Nur’awi
Susunan
Organisasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik :
a. Dekan
b. Seketaris Dekan
c. Kepala Progam Studi, minimal ada 4
(empat)
d. Kepala Tata Usaha disesuaikan dengan
kebutuhan.
Kepala Progam
Studi ada 4 yaitu :
a. Kepala Progam Studi Ilmu
Pemerintahan
b. Kepala Progam Studi Ilmu
Administrasi Negara
c. Kepala Progam Studi Ilmu
Administrasi Niaga
d. Kepala Progam Studi Ilmu
Perpustakaan
Kepala Tata
Usaha ada 3 yaitu :
a. Urusan Keuangan
b. Urusan Akademik dan
Simak
c. Urusan Administrasi
Berdasarkan
data di atas ( Tabel 4.1 ) diketahui, bahwa di Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu
Politik STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 tahun 2012, dikutip tanggal 03 Mei
2012, berjumlah 46 orang, 2 orang dosen kopertis, 19 dosen tetap dan 25 dosen
luar biasa. Sedangkan yang sedang studi S2 sebanyak 3 orang dan
yang S3 sebanyak 5 orang, nama-nama yang sedang studi lanjut dibawah ini
sebagai berikut :
a. Drs. H. Abdurrahman, MM
b. Drs. H. Muhammad Ali, M.si
c. Rahmat Yuliawan, SE. MM
d. Drs. Marwan
e. Drs. Ibrahim Abdullah, MM
f. Ayatullah Hadi, S.IP
g. Amin Saleh, S.sos
h. Siti Atiks Fahmi, S.sos. M.si
Demikian hal ini juga Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik STIA PRIMA BONE
TAHUN 2012/2013 jurusan administrasi negara memiliki mahasiswa yang aktif saja,
dan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah mahasiswa dapat dilihat
tabel 4.2 di bawah ini :
3.
Deskripsikan Progam Studi Ilmu Administrasi Negara
Progam Studi Administrasi Negara merupakan salah
satu progam studi di lingkungan jurusan ilmu administrasi fakultas ilmu sosial
dan ilmu politik di STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 yang dimana Progam Studi
Ilmu Administrasi mempunyai sebuah yaitu (1) visi, (2) misi, (3) tujuan, dan
(4) Kurikulum dalam rangka untuk
menjadikan lembaga pendidikan tinggi yang mandiri dan unggul berdaya saing serta
mampu menghasilkan lulusan yang berakhlaq mulai. Untuk lebih jelasnya maksud
dari Progam Studi Ilmu Administrasi akan dijelaskan di bawah ini :
a.
Visi Ilmu Administrasi Negara : “menjadikan Progam Studi unggulan dan pusat
pengembanagan riset di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan
untuk menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa.”
b.
Misi dari Progam Studi Ilmu Administrasi Negara :
1) Menyelenggarakan pembelajaran
berdasarkan pada pembagian kosentrasi
manajemen pemerintah dan manajemen publik.
2) Menyelenggarakan penelitian
pada bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan ( setiap semester
dosen harus memiliki penelitian minimal satu kali dalam setahun dan bila
memiliki waktu dan ruang di wajibkan melakukan penelitian setiap sebulan).
3) Menyelenggarakan pelatihan dan
publikasi di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan. Dosen harus
melakukan pembinaan pada staf lurah dan camat ang berkaitan tentang publik
servis.
4) Membangun kemitraan dengan
berbagai lembaga dan stakeholders dalam pengembangan kajian kebijakan publik
dan administrasi pembangunan. Setiap progam studi harus menjalin kerjasama
dengan instansi pemerintahan dan swasta.
c. Tujuan Progam Studi Ilmu
Administrasi Negara :
1) Menghasilkan sarjana yang memiliki
kompetensi pada bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan yang
kompetentif
2) Menghasilkan riset yang berkualitas di
bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan dalam rangka pengembangan
keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
3) Mengembangkan pelatihan dan publikasi di
bidang administrasi negara dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.
4) Menjadi pusat penegembangan kajian
kebijakan publik dan administrasi pembangunan yang berkontribusi bagi
pembangunan daerah.
5) Mengembangkan kerjasama kolaboratif dan
kemitraan dengan berbagai pihak dalam bidang pendidikan, riset, pelatihan, dan
publikasi di bidang kebijakan publik dan administrasi pembangunan.
6) Mengembangkan sistem gugus kendali mutu
ditingkat progam studi demi terciptanya Good Faculty Governance.
7) Berperanserta mewujudkan visi misi STIA
PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 menjadi perguruan tinggi yang unggul pada 2013.
d.
Kurikulum Progam Ilmu Administrasi Negara
Kurikulum merupakan mata kuliah yang harus di capai agar memenuhi standar
strata 1 (satu) dan perangkat mata
pelajaran dan progam yang diberikan oleh suatu
lembaga penyelenggara pendidkan yang berisi rancangan
pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode
jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan
keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan tersebut serta kebutuhan dari jurusan yang bersangkutan, Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan
dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum
ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang
dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Kurikulum untuk mata
kuliah (MK) Persemester progam studi ilmu administrasi negara ajaran baru dapat di lihat
tabel dibawah ini sebagai berikut :
Tabel
4.3
Kurikulum Mata Kuliah progam Ilmu Administrasi Negara
Tahun 2012
Smt
|
Kode MK
|
Nama Mata Kuliah
|
Bobot SKS
|
Unit/Jur/Fak
Penyelenggara
|
||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
||
I
|
SPU 01U
|
Pendidikan Agama Islam
|
2
|
Universitas
|
||
SPU 18F
|
Aplikasi Komputer dan Sofware
|
2
|
Fakultas
|
|||
SPU 06U
|
Kemuhammadiyahan
|
2
|
Universitas
|
|||
SPU 04U
|
Pendidikan Pancasila
|
2
|
Universitas
|
|||
SPU14F
|
Bahasa Inggris I
|
2
|
Fakultas
|
|||
SPU11F
|
Pengantar Sosiologi
|
2
|
Fakultas
|
|||
SPU 08F
|
Pengantar Ilmu Politik
|
3
|
Fakultas
|
|||
SPU17F
|
Dasar-Dasar Logika
|
3
|
Fakultas
|
|||
SPA21J
|
Pengantar Ilmu Adm. Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
Total SKS
21
|
||||||
II
|
SPU02U
|
Pendidikan Agama Islam II
|
2
|
Universitas
|
||
SPU 16F
|
Asas-Asas Manajemen
|
3
|
Fakultas
|
|||
SPU 15F
|
Bahasa Inggris II
|
2
|
Fakultas
|
|||
SPA 22J
|
Pengantar Statistik Sosial
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU 12F
|
Sistem Politik Indonesia
|
3
|
Fakultas
|
|||
SPA 23J
|
Teori Organisasi
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU 05U
|
Pendidikan Kewarganegaraan
|
2
|
Jurusan
|
|||
SPA 33J
|
Kepemimpinan Publik
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU19F
|
Komputer Perkanoran I
|
3
|
Fakultas
|
|||
Total SKS
24
|
||||||
III
|
SPU03U
|
Pendidkan Agama Islam III
|
2
|
Universitas
|
||
SPA 55P
|
Perilaku Organisasi
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 24J
|
Teori Administrasi Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 27J
|
Akuntansi Publik
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 32J
|
Birokrasi Indonesia
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 26J
|
Kebijakan Publik
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 35J
|
Manajemen SDM
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU 09F
|
Metode Penelitian Sosial
|
3
|
Fakultas
|
|||
Total
SKS
23
|
||||||
IV
|
SPA 41J
|
Sistem Ekonomi Indonsia
|
3
|
Jurusan
|
||
SPA 37J
|
Network Planning
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU 10F
|
Metode Penelitian Sosial II
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPU 20F
|
Komputer Perkantoran II
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 34J
|
Administrasi Keuangan Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 26J
|
Etika Administrasi Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 30J
|
Organisasi Adm. Internasional
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 38J
|
Publik relation
|
3
|
Jurusan
|
|||
Total SKS
24
|
||||||
|
||||||
V
|
SPA 49K
|
Administrasi Pembangunan
|
3
|
Konsentrasi AP
|
||
SPA 50K
|
Pembangunan Perkotaan
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPA 51K
|
Pembangunan Parawisata
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPA 52K
|
Pembangunan Pertanian
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPA 53K
|
Pembangunan Pedesaan
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPA 54K
|
Perencanaan Pembangunan
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPA 25J
|
Etika Administrasi Negara
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
SPU 13F
|
Sistem Hukum Indonesia
|
3
|
Konsentrasi AP
|
|||
Total SKS
|
24
|
|||||
B. KONSENTRASI KEBIJAKAN PUBLIK
|
||||||
SPA 43K
|
Analisis Kebijakan Publik
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 44K
|
Study Implementasi Kebijakan
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 45K
|
Evaluasi Kebijakan Publik
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 46K
|
Formulasi Kebijakan Publik
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 47K
|
Kebijakan Fiskal
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 48K
|
Analisis Dampak Sosial
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPA 25J
|
Etika administrasi Negara
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
SPU 13F
|
Sistem Hukum Indonesia
|
3
|
Konsentrasi KB
|
|||
Total SKS
|
24
|
|||||
VI
|
SPA 39J
|
Seminar Masalah Administrasi
|
3
|
Jurusan
|
||
SPA 40J
|
Negara Magang/ PKL
|
4
|
Jurusan
|
|||
SPU07U
|
KKN
|
4
|
LPM
|
|||
Total SKS
|
11
|
|||||
VII
|
SPA 42J
|
Sistem Sosial Budaya Indonesia
|
3
|
Jurusan
|
||
SPA 28J
|
Teori Pembangunan
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 31J
|
Sistem informasi Manajemen
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 29J
|
Hukum Administrasi Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 56J
|
Isu dan Kebijakan Otda
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 57J
|
Kebijakan Kependudukan
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPA 58J
|
Manajemen Perubahan Bencana
|
3
|
Jurusan
|
|||
SPN 36J
|
Perbandingan Ilmu Adm. Negara
|
3
|
Jurusan
|
|||
Total SKS
23
|
||||||
VIII
|
SPA 59J
|
SKRIPSI
|
6
|
Jurusan
|
||
TOTAL SKS
|
150
|
|||||
Sumber Data : Fakultas Ilmu
Sosial Dan Ilmu Politik STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013
Bersdasarkan di atas ternyata fakultas
ilmu sosial dan ilmu politik pernah melakukan pergantian kurikulum selama satu
kali pada tahun 2010 untuk meningkatkan kualitas pendidikan pembelajaran pada
progam studi Ilmu administrasi negara.
B.
Analisis Data
1.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Memilih Jurusan Administrasi Negara
Berdasarkan hasil dari penelitian
yang di lakukan terhadap beberapa respoden melalui wawancara kepada mahasiswa
angkatan 2010/2011 dan 2011/2012 terkait dengan faktor yang mempengaruhi
mahasiswa memilih jurusan administrasi negara ada beberapa faktor utama dari
setiap keputusan yang di ambil dan di dapat dari respoden yaitu faktor
individual, peluang kerja, minat dan keluarga, dari uraian tersebut dapat
dikemukakan mengenai karakteristik dari responden sebagai berikut :
a. Faktor individual
Individual merupakan salah satu dimana
seseorang mengambil keputusan berdasarkan diri sendiri tanpa ada paksaan dari
siapapun maupun lingkungan karna itu variabel ini sangat berpengaruh terhadap
prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi negara adalah
sebagai berikut :
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
2012 dengan Amrul Fahmi angkatan 2011/2012 memilih faktor individual sebagai
faktor utama mengatakan bahwa keputusan yang diambil di karenakan di daerah
tempat tinggal sangat minim sekali ilmu pengetahuan tentang administrasi
negara untuk itu aku mengambil jurusan
tentang administrasi agar dapat untuk memperbaikin birokrasi.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Asri Bahktiar angkatan 2011/2012 memilih faktor individual sebagai
faktor utama mengatakan bahwa keputusannya mengambil jurusan administrasi
negara bahwa untuk bisa masuk instansi pemerintah karena ingin mencari suasana
baru dalam arti mencari pengalaman.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Amrul Hadi angkatan 2011/2012 memilih faktor
individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa dirinya terjebak karena tidak
ada pilihan lain karena tidak ada lagi tempat mengambil jurusan yang berkaitan
dengan instansi birokrasi dan hanya
dapat informasi ternyata STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 memiliki jurusan yang
berkaitan dengan instansi pemerintah dan memiliki status baik dan terkenal di
masyarakat yang menyebabkan mahasiswa memilih menjadikan sebagai tempat kuliah.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Habib Tantowi angkatan 2010/2011 memilih faktor
individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa dirinya tidak lulus jurusan
yang lain sehingga menyebabkan memilih jurusan yang lain karena tidak ada
pilihan lagi yang membuat memilih keputusan tersebut akan tetapi semua itu
berkaitan tentang jurusan instansi pemerintah.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Husnul Azmi angkatan 2010/2011 memilih faktor
individual sebagai faktor utama mengatakan bahwa karena gak mau jadi guru
ataupun yang lain asalkan berkaitan dengan jurusan perkantoran.
Berdasarkan uraian di atas dan temuan di
lapangan memberikan gambaran bahwa faktor individual yang di maksud ternyata
sebagian mahasiswa memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah
karena STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 memiliki jurusan yang berkaitan dengan
instansi birokrasi dan memiliki status baik di masyarakat, dari semua hal itu
menjadikan pilihan seseorang mengambil keputusan berdasarkan diri sendiri tanpa
pilihan dari orang lain.
b. Faktor peluang kerja
Peluang kerja merupakan dimana seseorang
di butuhkan bekerja untuk menjalankan sebuah usaha itu tetapi tergantung dari
seseorang memanfaati peluang tersebut karna itu variabel ini sangat berpengaruh
terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan administrasi
negara adalah sebagai berikut :
Hasil wawancara pada tanggal 30 april dengan Harith Abdullah angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang kerja
sebagai faktor utama antara lain :
1) Banyaknya sarana dan prasarana
yang kurang akibat dari SDM yang belum memahami ilmu administrasi.
2) Sebagian di daerah masih
kurang ilmu administrasi negara yang menyebabkan peluang kerja ini cukup pesat.
3) Semua kalangan instansi
pemerintah dan swasta masih banyak yang membutuhkan yang berkaitan
administrasi.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Husnul Khotimah angkatan
2011/2012 memilih
faktor peluang kerja sebagai faktor utama antara lain :
1) Setiap instansi pasti selalu membutuhkan
karena berkaiatan dengan administrasi negara yang menjadikan sebuah peluang.
2) Sebagian daerah sistem administrasi masih
sangat kurang yang mengerti tentang administrasi negara sehingga menjadikan
faktor terjadinya peluang terhadap SDM.
3) Instansi swasta dan pemerintah setiap
tahun membutuhkan peluang kerja yang berkaitan tentang administrasi negara.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Tuti Halawiyah angkatan 2011/2012
memilih
faktor peluang kerja sebagai faktor utama antara lain :
1) Sebagian masyarakat tidak mengetahui
begitu luasnya peluang kerja untuk administrasi negara sehingga menjadikan persaingan
semakin kecil.
2) SDM setiap daerah masih kurang ilmu
pengetahuan tentang administrasi negara sehingga membuka peluang kerja untuk
jurusan administrasi negara.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Nurdin angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang
kerja sebagai faktor utama mengatakan bahwa di kalangan instansi birokrasi
masih banyak sangat membutuhkan peluang kerja untuk administrasi negara karena
minimnya ilmu pengetahuan tentang administrasi setiap daerah.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Dezzy Tanca Perdana angkatan
2011/2012 memilih
faktor peluang kerja sebagai faktor utama mengatakan bahwa peluang kerja
administrasi setiap tahun ini cukup pesat di karenakan pemerintah dan swasta
sedang melakukan pembangunan kantor-kantor yang akan berakibat terjadinya
sebuah peluang, apalagi ini merupakan instansi pemerintah dan swasta selalu
berkaitan dengan ilmu administrasi negara.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Kalam Firman angkatan 2011/2012 memilih faktor peluang
kerja sebagai faktor utama di karenakan administrasi negara sangat luas untuk
peluang kerjanya yaitu kecamatan, kelurahan, instansi swasta, hukum, dan
politik, maka dari pada itu peluang kerja cukup banyak untuk jurusan
administrasi negara.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
memberikan gambaran bahwa faktor peluang kerja terhadap mahasiswa dalam memilih
keputusan dikarenakan setiap daerah dan instansi birokrasi masih banyak yang
membutuhkan administrasi negara bukan itu saja masih banyak SDM belum mengerti
tentang administrasi sehingga pelung kerja sangat terbuka lebar karena
pendidikan yang sangat kurang dalam hal administarsi.
c. Faktor Minat
Minat merupakan sesuatu hubungan dengan
diri sendiri dengan adanya ketertarikan terhadap temuan yang belum di mengerti
yang membuat seseorang penasaran ingin mengetahui karena Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Pada dasarnya minat rasa
saling suka dan aktivitas tanpa ada yang menyuruh karna itu variabel ini sangat
berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan
administrasi negara adalah sebagai berikut :
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Alwan Wijaya angkatan 2011/2012 memilih faktor Minat
sebagai faktor utama sebagai berikut :
1) Ingin mengethui apa itu ilmu
administrasi negara
2) Ilmu-ilmu apa saja yang di
ajarkan dalam administrasi negara
3) Administrasi negara juga bisa
berkecipung di dunia kerja yang cukup luas karena bersangkutan dunia
perekonomian dan perkantoran.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Yudi Mariadi angkatan 2011/2012 memilih faktor Minat
sebagai faktor utama mengatakan bahwa saya masuk mengambil jurusan administrasi
negara ingin menegetahui apa isi dari pembelajaran administrasi negara karena
setahu dari informasi administrasi pasti akan mengarah ke perkantoran tetapi
malahan bisa terjun ke arah lain dan
ingin juga mengetahui berkecipung dimana saja administrasi dalam dunia
pekerjaan.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Dewi Yulianti 2010/2011 memilih faktor Minat
sebagai faktor utama mengatakan bahwa administrasi negara sering di jumpai di
daerah tempat tinggal yang membuat dirinya berminat ingin sekali mengambil
jurusan administrasi negara, bukan itu juga di sebagian keluarga banyak yang
bekerja di instansi perkantoran.
Hasil wawancara pada tanggal 30 april
dengan Layam 2010/2011 memilih faktor Minat
sebagai faktor utama mengatakan bahwa berdasarkan dari keputusan sendiri dari
sejak kecil karena ingin sekali berkecipung di dunia perkantoran.
Berdasarkan hasil di atas peneliti dapat
uraikan bahwa faktor minat sering kali di karenakan beberapa hal yaitu
rasa ingin mengetahui bagaimana ilmu administrasi dalam penerapan
pembelajaran serta banyak daerah-daerah bekerja di instansi birokrasi yang
membuat mahasiswa juga ingin masuk ke instansi. mahasiswa juga ingin sekali
bisa mengetahui ke arah mana saja administrasi itu karena sebagian orang hanya
memahami bahwa jurusan administrasi itu selalu berkecipung di dunia perkantoran
padahal admnistrasi mempunyai potensi yang cukup luas, untuk itulah mahasiswa
memilih jurusan administrasi negara sebagai tempat kuliah.
d. Faktor Keluarga
Keluarga merupakan sekelompok unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam
keadaan saling ketergantungan satu sama lain karna itu variabel ini sangat
berpengaruh terhadap prilaku mahasiswa dalam mempengaruhi memilih jurusan
administrasi negara adalah sebagai berikut :
Hasil wawancara pada tanggal 01 mei
dengan Riana 2010/2011 memilih faktor Keluarga
sebagai faktor utama mengatakan bahwa pihak keluarga dan pamanya semua menyuruh
ambil jurusan administrasi negara karena ilmu yang di pelajarin menyangkut
perkantoran dan urusan instansi birokrasi.
Hasil wawancara pada tanggal 01 mei
dengan arjono 2011/2012 memilih faktor Keluarga
sebagai faktor utama mengatakan bahwa sebagian dari keluarga memberi support
terhadap jurusan administrasi karena di setiap instansi birokrasi pihak
keluarga bekerja dan sekalian saya ingin membantu untuk memperbaikin tata cara
dalam pengurusan administrasi negara.
Hasil wawancara pada tanggal 01 mei
dengan Ayu Azmi 2011/2012 memilih faktor Keluarga
sebagai faktor utama mengatakan bahwa jurusan administrasi negara mendapatkan
dorongan dari keluarga karena sebagian besar bekerja pada instansi bank.
Hasil wawancara pada tanggal 01 mei
dengan Rony Saputra angkatan 2011/2012 memilih faktor Keluarga
sebagai faktor utama mengatakan bahwa pihak keluarga ingin sekali bisa bekerja
pada bidang perkantoran seperti di kelurahan dan bisa memperbaikin sistem
administrasi di tempat daerah yang sedang kekurangan dalam memperbaikin
administrasi.
Berdasarkan hasil penelitian bisa dapat
di ambil kesimpulan ternyata pihak keluarga bisa juga menjadi faktor terhadap
keputusan mahasiswa karna dorongan yang kuat dari keluarga dan juga sebagian
keluarga banyak yang bekerja pada bidang perkantoran yang membuat mahasiswa
tertarik mengambil jurusan administrasi negara.
2.
Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan Dalam Penerimaan Mahasiswa
Berdasarkan
hasil dari penelitian yang di lakukan terhadap beberapa respoden melalui
wawancara terhadap beberapa orang yang
ada di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik terkait Strategi kebijakan apa
yang dilakukan oleh jurusan dan fakultas dalam rangka meningkatkan jumlah
penerimaan mahasiswa baru dengan melakukan
penjabaran visi, misi, dan tujuan dari fakultas ilmu sosial dan ilmu
politik.
Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei
2012 dengan Dekan Fakultas Drs. H. Abdurrahman, MM Mengatakan bahwa, Strategi
Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a. Melakukan kerja sama
dengan sejumlah SLTA se NTB, dengan
melakukan upaya promosi yang menjelaskan langsung pada calon-calon mahasiswa di
sekolah dengan upaya memberikan penjelasan langsung apa-apa yang menjadi
keunggulan dari sejumlah prodi yang ada baik yang menyangkut peluang kerja,
maupun kosentrasi unggulan yang di tawarkan.
b. Meningkatkan kualitas
pelayanan, dengan jalan meningkatkan kualitas dosen, dimana pada tahun 2007
kondisi dosen Fisipol yang berpendidikan SI 85,71 % sedangkan S2 baru mencapai
14,28 %, karena itu sekarang ini berubah menjadi S2 sebanyak 16 orang (69,56
%), S3 sebanyak 1 orang (4,34 %) dan yang sedang studi lanjut S3 1 orang (4,34
%) sehingga kondisi dosen yang masih tinggal 3 orang (13,04 %). Untuk Tahun
2012 ada 4 orang (17,39%) dan dosen yang S3 juga sedang studi lanjut.
c. Membuat regulasi,
tentang di wajibkanya mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan minimal 75%
hasilnya menunjukan terjadinya peningkatan motivsi mahasiswa unutk tetap aktif
mengikuti proses pembelajaran dengan benar, jika tidak mahasiswa yang
bersangkutan tidak di perkenankan untuk mengikuti ujian akhir semester. Dengan
surat keputusan nomor : 117/II.3.AU/SK.D/I/2009 dari dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik
d. Manambah fasilitas/ sarana
pembelajaran berupa pemasangan LCD di masing-masing ruang kuliah untuk
mempermudah pelayanan proses pembelajaran.
Semua biaya untuk pemasangan LCD di lakukan oleh pihak Universitas dan
keputusan di ambil dari hasil rapat pimpinan bersama.
e. Adanya fasilitas
internet area untuk mempermudah bagi mahasiswa melakukan akses data, dengan ini
mempermudah bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri.( untuk membukanya
cukup buka login proxy.unmuh.net )
f. Peningkatan
aktivitas kemahasiswaan sebagai ajang proses pendidikan manajemen dan
kepemimpinan di kalangan organisasi kemahasiswaan.
g. Semua prodi telah
terakreditasikan oleh badan akreditasi nasional perguruan tinggi (BAN. PT).
Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012
dengan Seketaris Dekan Fakultas Drs. M. Junaidi, MM Mengatakan bahwa, Strategi
Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a. Meningkatkan kualitas
dosen
Dalam hal ini
tingkat pendidikan dosen harus di tingkatkan agar proses perkulihan menjadi
sistematis karna berpegaruh pada kegitan pembelajaran pada mahasiswa
b. Mengadakan dan
melengkapi sarana dan prasana serta fasilitas
Dengan
meningkatkan fasilitas pada semua perkuliahan akan menghasilkan mahasiswa yang
kompeten dan juga demi kelancaran proses perkuliahan.
c. Menigkatkan kualitas
proses akademik, yaitu
1) Menumbuhkan kultur pendidikan.
2) Meningkatkan kualitas
penelitian.
3) Meningkatkan kualitas
pengabdian pada masyrakat.
4) Mengembangkan kajian bidang
ilmu sosial dan politik, administrasi dan manajemen publik, ilmu ekonomi,
digital library dan perpustakaan online serta yang berlandaskan nilai-nilai
keislaman.
d. Memantapkan sistem manajemen
organisasi fakultas
Dengan cara ini
akan membuat sistem pelayanan yang berada di fisipol teratur, serta memiliki
kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi progam dalam rangka
meningkatkan sistem pelayanan terhadap mahasiswa maupun yang lain.
Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012
terhadap Kepala Progam Jurusan atas nama Mardiah. S.Sos., M.Si Mengatakan
bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa,
yaitu :
a. Lembaga Perencanaan
Lembaga yang
mengatur kegiatan dalam mempromosikan kampus STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013
pada menjelang progam tahun ajaran baru. ( Lembaga Panitia Promosi USTIA PRIMA
BONE TAHUN 2012/2013 )
b. Meningkatkan sarana dan prasarana seperti
fasilitas ruangan yang memadai, internet, lap, dan perpustakaan.
c. Memperbaruhi mutu maksudnya menjamin
status akreditasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik setiap priode. bukan
itu saja kinerja setiap dosen dan pegawai pelayanan harus di tingkatkan agar
sistem perkuliahan berjalan yang diinginkan oleh pihak fakultas.
d. Kerja sama antar lembaga
Untuk
mempermudah seluruh mahasiswa dalam mencari peluang kerja karna baik pihak
fakultas maupun progam studi dengan stakeholder dan
lembaga/instansi pemerintah telah bekerja sama.
e. Evaluasi kurikulum/ perubahan
kurikulum
Untuk
mengetahui pendidikan apa yang harus di tempuh karna setiap tahun terjadi
perubahan pada sistem pendidikan tergantung dari perubahan dari sistem
pendidikanya dan terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan.
f. Peningkatan mutu tenaga pelayanan
Untuk
meningkatkan kinerja sistem permatakulihaan terhadap kegiatan mahasiswa untuk
itu dosen dan karyawan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik harus cepat,
mudah, jelas, dan informatif terhadap pelayanan.
g. Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa yaitu
Himpunan mahasiswa progam studi yang melakukan kegiatan beberapa kegiatan
seperti :
1) Seminar ( untuk meningkatkan
keorganisasian).
2) Bedah buku ( untuk memilih buku apa saja
yang di perlukan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran).
3) Kuliah tambahan ( seperti sertifikasi
al.quran ).
Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012
terhadap Dosen Administrasi Negara yang bernama Drs. Junaidy AM,MP Mengatakan
bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan dalam penerimaan Mahasiswa,
yaitu :
a. Penyebaran brosur STIA PRIMA BONE
TAHUN 2012/2013 setiap ajaran baru.
Memberi
informasi kepala calon mahasiswa tentang ilmu administrasi negara ( Lembaga
Panitia Promosi USTIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 ).
b. Mengajak kerja sama antar lembaga instansi
swasta dan pemerintah untuk lapangan pekerjaan.
Hasil Wawancara pada tanggal 10 Mei 2012
dengan Drs. Amil, MM Mengatakan bahwa, Strategi Kebijakan Fakultas dan Jurusan
dalam penerimaan Mahasiswa, yaitu :
a. Ketersedian fasilitas penunjang
seperti ruang kuliah dan media pembelajaran.
b. Ketenagakerjaan tenaga dosen yang
berkualitas.
Berdasarkan hasil dari bebrapa respoden
dapat di simpulkan bahwa ternyata fakultas ilmu sosial dan ilmu politik
melakukan strategi dan langkah-langkah dalam meningkatkan penerimaan mahasiswa
ajaran baru seperti meningkatkan kualitas kinerja baik karyawan dan dosen agar
proses pembelajaran terhadap kuliah berjalan lancar serta memperbaruhi mutu
pendidkan dan kurikulum setiap periode agar menjamin status akreditasi.
Dengan kata lain akan meningkatkan skill
setiap mahasiswa yang dapat membuat minat lembaga dan instansi untuk mengambil
mahasiswa STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan, bukan itu saja fasilitas seluruh
perkuliahan harus nyaman dan memiliki beberapa sistem pendukung yaitu internet,
perpustakaan, dan media pembelajaran.
Dalam hal ini juga pihak fakultas ilmu
sosial juga melakukan kerja sama antar lembaga untuk menegembangkan kebutuhan
lapangan pekerjaan yang sangat berguna untuk mahasiswa. Mahasiswa pun memiliki
kegiatan keorganisasian dalam meningkatkan gaya kepemimpinan untuk
mengembangkan imajinasi pengembangan entrepenur seseorang.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang
telah dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, maka dapat
diambil kesimpulanya.
1. Faktor-faktor yang
mempengaruhi mahasiswa memilih progam studi ilmu Administrasi Negara Sebagai
Tempat Kuliah adalah sebagai berikut :
a. Faktor individual yaitu dimana
seseorang mengambil progam studi ilmu administrasi negara berdasarkan tanpa ada
paksaan dari siapapun maupun lingkungan.
b. Faktor peluang kerja yakni dimana
seseorang di butuhkan bekerja untuk menjalankan sebuah usaha itu tetapi
tergantung dari seseorang memanfaati peluang tersebut. Peluang kerja ternyata
dapat mempengaruhi mahasiswa memilih progam ilmu administrasi negara karna
setiap individu menginginkan untuk bisa bekerja baik di lembaga instansi swasta
maupun pemerintah.
c. Faktor minat sesuatu hubungan dengan
diri sendiri dengan adanya ketertarikan terhadap temuan yang belum di mengerti
yang membuat seseorang penasaran ingin mengetahui karena Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Pada dasarnya minat rasa
saling suka dan aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat mahasiswa terhadap
jurusan Administrasi Negara karna ingin mengetahui apa saja yang di pelajarin
terhadap progam ilmu administrasi negara.
d. Faktor Keluarga merupakan sekelompok unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam
keadaan saling ketergantungan satu sama lain. faktor keluarga sering kali
menjadi setiap pilihan mahasiswa karna mengikuti arus lingkungan yang telah di
tentukan oleh keluarga yang menjadikan dorongan kuat untuk mahasiswa memilih
progam ilmu administrasi negara
2. Adapun Strategi
Kebijakan Fakultas dan Jurusan Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru yaitu dengan
melakukan beberapa hal seperti melakukan kerja sama bersama lembaga perencanaan
dalam mempromosikan STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik terhadap masyarakat dan para calon-calon mahasiswa, serta
meningkatkan kualitas pelayanan yang menyangkut sarana dan prasana agar membuat
mahasiswa tertarik untuk mengambil studi di STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, pihak fakultas dan jurusan juga harus
meningkatkan kinerja dosen, akademik, karyawan dalam urusan administrasi, dan semua status sudah akreditasi secara
priode, memberikan mahasiswa untuk berorganisasi dalam meningkatkan
kepemimpinan dan manajemen yang akan menambah wawasan dan pengalaman setiap
mahasiswa. Dengan ini akan memberikan pengaruh besar terhadap keinginan
masyarakat untuk masuk di fakultas ini.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka
penulis memberikan menyadari masih banyak kekurangan sehingga kami menyaranakan
beberapa hal sebagai berikut :
1. Kepada para peneliti lain disarankan agar hasil
penelitian ini dapat dimanfatkan sebagai acuan. Acuan dalam melakukan
penelitian yang lebih mendalam mengenai pengambilan keputusan yang benar, serta bisa diguanakan untuk mahasiswa dalam memilih setiap
jurusan yang ada.
2. Untuk menjadikan dasar
terhadap fakultas dalam penerimaan mahasiswa baru untuk selalu memperhatikan
apa saja yang di butuhkan oleh mahasiswa agar tetap berkeinginan memilih masuk
di fakultas ini.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU :
Alma, Buchari. 2009.”Manajemen
Pemasaran”. Bandung: Alfabeta
Alma, Buchari. 2010.”Pengantar
Bisnis”. Bandung: Alfabeta
Amil dkk. 2011. “Buku Pedoman Badan Penjamin Mutu
Akademik: Pedoman Evaluasi dan Monitoring”. LPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MATARAM TAHUN 2010/2011.
Arikunto, S. 2006.”Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan
Praktek”. Jakarta: Rineka Cipta
Basyaib, Fahmi. 2006. “Teori Pembuatan
Keputusan”. Jakarta: PT Grasindo.
Buku Pedoman 2011-2012. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2010/2011.
Dewi, Irra Chrisyanti.
2011. “Pengantar Ilmu Administrasi”. Jakarta: PT
Prestasi Pustakaraya.
Djaali. 2009. “Psikologis pendidikan Jakarta”. Jakarta : PT
Bumi Angkasa
Kotler,
Philip dan Gary Amstrong. 2001. “Principles of Marketing, diterjemahkan oleh Damos Sihombing M.B.A, Edisi 8,
Jilid 1, Erlangga, Jakarta
Ruslan, Rosady.
2003.”Metode Penelitian: Public
Relations dan Komunikasi”. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
S. Pamudji. Tanpa tahun. “Ekologi administrasi
Negara Jakarta”. Bumi Aksara.
Sarwono,
Sarlito Wirawan. 2005. “Psikologi Sosial:
Psikologi Kelompok dan Teknologi
Terapan”. Jakarta: balai pustaka.
Sugiyono.
2010. “Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung: Alfabeta.
Thoha,
Miftah. 2005. “Dimensi-Dimensi
Prima:Ilmu Administrasi Negara”. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
Winarno Surakhmad. 2004.
“Pengantar
interaksi belajar mengajar, dasar dan teknik metodelog”. Bandung. tarsito
Sumber lainnya :
http://
www. makalahtugaspaper.blogspot.com [30 Februari 2012]
Peraturan/pedoman
STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 di fisipol :
· Buku Pedoman STIA PRIMA BONE
TAHUN 2012/2013 2011-2012 Kata Pengantar Rektor Tanggal 06 Juli 2011
· Buku Pedoman Badan Penjamin Mutu
Akademik STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 Tentang Pedoman Evaluasi Dan
Monitoring Kata Pengantar Amil-Syafril-Zakaria Anshri-Hamdi Tanggal 15 Juni
2011
· Buku Pedoman Akademik Fakultas
Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik STIA PRIMA BONE TAHUN 2012/2013 2012-2015 Kata
Pengantar Dekan Tanggal 03 Januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar